Pada Sabtu tanggal 20 September 2008, pesawat Boeing 747 – 400 dari China Air dengan rute dari Taipei ke Denpasar Bali, mengalami guncangan hebat pada ketinggian 30.000 kaki di atas teluk Makassar sekitar 30 menit sebelum landing, saat melewati ruang hampa udara. Pesawat yang membawa 338 penumpang dengan awak pesawat sebannyak 19 orang itu dapat mendarat dengan selamat di Denpasar Bali pada pukul 1409 wita, walaupun ada beberapa penumpang dan awak pesawat yang menjadi korban. Pengumuman dari pejabat setempat menyebutkan bahwa 11 orang dinyatakan cedera serius seperti patah tulang tangan dan kaki serta tulang belakang, sedangkan satu orang dalam keadaan krisis.
Sebagian besar media massa memang mengatakan pesawat mengalami guncangan saat melalui ruang hampa udara. Hal ini kurang tepat , mungkin lebih tepat dikatakan guncangan dialami pada saat pesawat melewati kolom udara yang didalamnya terdapat turbulensi.


Selain gaya bertutur yang lugas dan human, juga karena tidak banyak orang militer yang aktif menulis sehingga apa-apa yang ditulisnya menjadi menarik. Saya jengah, seorang militer profesional, bahkan sampai jabatan tertinggi sebagai KSAU dengan pangkat marsekal, masih bisa menjadi kolumnis sekaligus penulis buku, tentu bukan sosok yang tidak baen-baen