Sindo terbitan Minggu 28 Oktober 2007 memuat berita antara lain yang mengatakan bahwa : Badan Kehormatan (BK) DPR meminta Menhan Juwono Sudarsono segera membuat aduan resmi mengenai calo alutsista yang diduga melibatkan anggota DPR. Selanjutnya disebutkan juga agar Menhan mau membuka siapa saja yang terlibat dalam masalah tersebut. Menanggapi permintaan BK DPR, Menhan Juwono Sudarsono mengatakan siap bertemu dengan DPR untuk menjelaskan persoalan calo tersebut. Asalkan hal itu didasari atas undangan, bukan sebagai panggilan. “Saya akan datang jika diundang. Tapi bukan dipanggil”, ujar Menhan saat menghadiri seminar di Kampus UI Salemba Jakarta.
Disini terlihat jelas, arogansi banyak oknum anggota DPR, yang selalu berkoar-koar akan memanggil si A atau si B berkait dengan berbagai masalah yang sedang mencuat. Kekuasaan memang membuat orang mudah lupa dengan budi pekerti serta sopan santun. Lebih-lebih pada mereka yang tingkat intelektualitasnya rendah. Mereka lupa bahwa menghargai orang lain adalah pada hakikatnya merupakan refleksi dari bagaimana dia menghargai dirinya sendiri. Begitu menjadi anggota DPR mereka lalu merasa bahwa semua orang di negeri ini sebagai bawahannya.
Read more…

Selain gaya bertutur yang lugas dan human, juga karena tidak banyak orang militer yang aktif menulis sehingga apa-apa yang ditulisnya menjadi menarik. Saya jengah, seorang militer profesional, bahkan sampai jabatan tertinggi sebagai KSAU dengan pangkat marsekal, masih bisa menjadi kolumnis sekaligus penulis buku, tentu bukan sosok yang tidak baen-baen